Apa yang ditampilkan
- Kelas kerawanan banjir dari rendah sampai sangat tinggi
- Sungai utama dan batas wilayah sebagai acuan
- Luas setiap kelas, untuk tabel di laporan
Data yang kami pakai
- Curah hujan dari stasiun atau data satelit
- Kemiringan lereng dan ketinggian dari DEM
- Jenis tanah, penggunaan lahan dan jarak dari sungai
Biasa dipakai untuk
- Skripsi dan penelitian kebencanaan
- Kajian risiko untuk RTRW atau RDTR
- Pemilihan lokasi perumahan dan gudang
Harga
Harga per peta, menurut luas wilayah dan kecepatan pengerjaan.
| Wilayah | 7–5 hari | 4–3 hari | 2–1 hari |
|---|---|---|---|
| Desa | Rp 592.560 | Rp 711.072 | Rp 948.096 |
| Kecamatan | Rp 668.000 | Rp 801.600 | Rp 1.068.800 |
| Kabupaten | Rp 748.160 | Rp 897.792 | Rp 1.197.056 |
| Provinsi | Rp 1.007.352 | Rp 1.208.822 | Rp 1.611.763 |
| Negara | Rp 1.896.192 | Rp 2.275.430 | Rp 3.033.907 |
| Dunia | Rp 4.147.920 | Rp 4.977.504 | Rp 6.636.672 |
Pertanyaan umum
Berapa harga peta rawan banjir?
Mulai Rp 592.560 untuk wilayah desa dengan pengerjaan 7–5 hari. Harga naik untuk wilayah yang lebih luas dan pengerjaan yang lebih cepat, sampai Rp 6.636.672 untuk skala dunia dalam 2–1 hari. Lihat tabel di atas.
Berapa lama pengerjaannya?
Anda memilih sendiri: 7–5 hari, 4–3 hari, atau 2–1 hari. Makin cepat, makin tinggi harganya.
Apakah bisa memakai data banjir dari instansi?
Bisa. Data kejadian banjir dari BPBD atau instansi lain bisa dipakai untuk mengecek hasil peta.
