Apa yang ditampilkan
- Kelas kemampuan pengembangan, dari sangat rendah sampai sangat tinggi
- Peta SKL penyusunnya, jika diperlukan
- Luas setiap kelas untuk tabel laporan
Data yang kami pakai
- Lereng dan morfologi dari DEM
- Geologi, jenis tanah dan curah hujan
- Data air tanah dan kebencanaan bila tersedia
Biasa dipakai untuk
- Penyusunan RTRW dan RDTR
- Kajian lingkungan untuk pengembangan kawasan
- Penelitian perencanaan wilayah
Harga
Harga per peta, menurut luas wilayah dan kecepatan pengerjaan.
| Wilayah | 7–5 hari | 4–3 hari | 2–1 hari |
|---|---|---|---|
| Desa | Rp 1.468.764 | Rp 1.762.517 | Rp 2.350.022 |
| Kecamatan | Rp 1.615.640 | Rp 1.938.768 | Rp 2.585.025 |
| Kabupaten | Rp 1.809.517 | Rp 2.171.421 | Rp 2.895.228 |
| Provinsi | Rp 2.496.899 | Rp 2.996.279 | Rp 3.995.038 |
| Negara | Rp 4.700.045 | Rp 5.640.054 | Rp 7.520.072 |
| Dunia | Rp 10.281.348 | Rp 12.337.618 | Rp 16.450.157 |
Pertanyaan umum
Berapa harga peta kemampuan lahan (skl)?
Mulai Rp 1.468.764 untuk wilayah desa dengan pengerjaan 7–5 hari. Harga naik untuk wilayah yang lebih luas dan pengerjaan yang lebih cepat, sampai Rp 16.450.157 untuk skala dunia dalam 2–1 hari. Lihat tabel di atas.
Berapa lama pengerjaannya?
Anda memilih sendiri: 7–5 hari, 4–3 hari, atau 2–1 hari. Makin cepat, makin tinggi harganya.
Acuan apa yang dipakai untuk SKL?
Umumnya pedoman analisis fisik dan lingkungan dari Kementerian PU (Permen PU No. 20/PRT/M/2007). Jika instansi Anda memakai acuan lain, kami ikuti.
